Itamutiara’s Weblog











Cinta kepada Allah dan Cinta Sesama Karena Allah

Kita memuji Allah karena kita cinta kepada-Nya. Kita cinta kepada-Nya karena Dialah Dzat yang paling patut untuk dicinta. Dia dicinta karena rahmat dan kasih-Nya. Karena anugerah dan inayah-Nya. Karena kelembutan sekaligus keperkasaan-Nya, keadilan dan ampunan-Nya, karena kuasa dan syariat-Nya. Karena sifat-sifat-Nya yang penuh kesempurnaan, nama-nama –Nya yang indah dan juga Dzat-Nya yang maha Maha Suci.

Shalawat dan salam semoga tercurah limpahkan atas suri tauladan kita Nabi Muhammad saw. Kita mengikuti dan meneladaninya karena cinta kita kepada Dzat yang telah mengutusnya, karena beliau saw adalah suri tauladan teragung, sifat-sifatnya yang penuh kasih dan sayang, hingga berat rasa olehnya penderitaan ummatnya, sangat menginginkan keselamatan bagi ummatnya, santun lagi penyayang terhadap mereka yang beriman. Kita cinta kepadanya karena sifat-sifatnya yang terpuji, dan namanya yang terpuji pula.

Ibaadallah!

Bila kita berbicara soal cinta kepada Allah, maka kita wajib mengikuti Rasululah saw.,

قل إن كنتم تحبون الله فاتبعوني يحببكم الله

Ibaadallah!

Berbicara soal cinta, maka orang yang jatuh cinta, agar cintanya tidak bertepuk sebelah tangan, maka ia harus melakukan amalan yang dicintai oleh kekasihnya. Sedang amalan yang paling dicintai-Nya adalah apa-apa yang diwajibkannya. menunaikan segala yang diwajibkan dan menjauhkan diri dari segala yang di murkainya. Baru kemudian dengan amalaan-amalan sunnat.

Hadits Qudsi:

من آذى لي وليا فقد آذنته بالحرب، وما تقرب عبدي بشيء أحب إلي مما افترضته عليه، ولا يزال عبدي يتقرب إلي بالنوافل حتى أحبه……..

Ibaadallah!

“Barang siapa yang senang mencintai Allah dan Rasul-Nya hendaklah ia membaca dalam “Mushhaf” (Al Quran).

Ibaadallah!

“Telah berfirman Allah tabaraka wa taala: ((Berhak mendapatkan kecintaan-Ku bagi mereka yang saling mencintai karena-Ku, mereka yang duduk-duduk bersama karena-Ku, mereka yang saling kunjung mengunjung, dan orang-orang yang saling memberi karena-Ku.”

Ibaadallah!

“Tidaklah seorang hamba mencintai hamba yang lain karena Allah melainkan Allah berkenan untuk memuliakannya.”

Ibaadallah!

“Barang siapa yang senang mendapatkan lezatnya iman maka hendaklah ia mencintai saudaranya yang ia tiada mencintainya melainkan karena Allah.”

Ibaadallah!

“Barang siapa yang senang mendapatkan manisnya iman, maka hendaklah ia mencintai seseorang yang ia tiada mencintainya kecuali karena Allah”.

Ibaadallah!

“Barang siapa yang mencintai karena Allah, membenci karena Allah, memberi karena Allah, menahan karena Allah, maka telah mendapatkan kesempurnaan iman.”

Ibaadallah!

“Tidaklah kalian dapat memasuki syurga sehingga kalian beriman, dan tidaklah kalian beriman (dengan sempurna) sehingga kalian saling mencintai. Maukah kalian aku beritahu akan sesuatu yang bila kalian melakukannya kalian akan saling mencintai? Tebarkan salam di antara kalian.”

Ibaadallah!

Telah datang seorang laki-laki menghadap Rasulullah saw. lantas ia bertanya, yaa Rasulullah, bagaimana engkau bersabda perihal orang yang mencintai suatu kaum namun belum bisa berbuat seperti mereka? Beliau menjawab, “Orang itu bersama orang yang dicintainya.”

Ibaadallah!

“Tidaklah seseorang mencintai suatu kaum melainkan ia akan digiring bersama mereka.”

Ibaadallah!

Suatu ketika usai Rasulullah saw menunaikan shalatnya beliau menghadapkan wajahnya kepada kami lantas bersabda, “Wahai manusia! Dengarlah dan pikirkanlah! Sesungguhnya Allah azza wa jalla mempunyai makhluk-makhluk yang mereka itu bukanlah para nabi dan bukan pula para syuhada, sedang para nabi dan syuhada iri terhadap mereka itu karena dekatnya kedudukan dan kedekatan mereka terhadap Allah.” Maka bertekuk lututlah seorang laki-laki badui yang termasuk orang-orang yang keras hatinya seraya mengayunkan tangannya kepada Nabi saw. Lantas ia pun berkata: Ya Rasulullah, orang-orang dari kalangan kaum mukminin, bukan dari para nabi dan bukan pula kaum syuhada, namun para nabi dan kaum syuhada iri kepada mereka karena majlis dan kedekatan mereka? Sebutkan ciri-ciri mereka. Jelaskan hal mereka kepada kami. Maka Rasulullah saw pun senang akan pertanyaan orang badui itu, lantas bersabda, ” Mereka adalah orang-orang dari berbagai suku dan kabilah, tidak ada hubungan kerabat dekat antara mereka, mereka saling mencintai karena Allah dan saling tulus. Di hari kiamat Allah akan meletakkan bagi mereka mimbar-mimbar dari cahaya lantas Allah mendudukkan mereka pada mimbar-mimbar itu. Lantas Alah jadikan wajah-wajah dan baju-baju mereka dari cahaya. Saat manusia tersentak di hari kiamat mereka tiada tersentak. Mereka itu wali-wali Allah yang tiada takut dan tiada bersedih hati.”( Bahkan) mereka itu di atas mimbar-mimbar dari cahaya yang terbuat dari permata di depan Ar Rahman”.

Ibaadallah!

Seorang laki-laki telah bertanya kepada Rasulullah saw, “Kapan datangnya kiamat?” Beliau balik bertanya, “Apa yang engkau siakan untuknya?” ia berkata, “Aku tidak menyiapkan untuknya shalat yang banyak tidak pula puasa dan juga sedekah. Akan tetapi aku mencintai Allah dan Rasul-Nya.” Beliau bersabda, “Engkau bersama orang yang engkau cintai.” Anas berkata, “maka aku (Anas) tidak pernah bangga seperti saat mendengar sabda Nabi saw. “Engkau bersama orang yang engkau cintai”. Maka aku mencintai Nabi saw., Abu Bakar dan Umar. Aku berharap akan bersama mereka dengan kecintaanku meskipun amalku tidak seperti amal mereka.”

Yazid bin Asad al-Qasri, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “Apakah kamu menginginkan surga?, aku berkata: Ya, lalu beliau bersabda: “oleh karena itu, cintailah sesuatu untuk saudaramu sebagaimana engkau mencintai sesuatu untuk dirimu sendiri”.

Ibaadallah!

“Sesungguhnya orang-orang yang saling mencintai karena Allah taala benar-benar terlihat kamar-kamar mereka di syurga bagaikan bintang yang terbit di sebelah timur atau barat. ” maka ditanyakan: Siapa mereka? Maka dikatakan: mereka adalah orang-orang yang saling mencintai karena Allah azza wa jalla.”

Ibaadallah!

“Barang siapa mencintai seseorang karena Allah maka sungguh Allah telah mencintainya. Maka keduanyapun masuk syurga. Dan adalah orang yang mencintai karena Allah lebih tinggi kedudukannya sedang yang di cintainya karena Allah diikutkan.”

Caranya:

1. Sampaikan kepada orang yang anda cintai karena Allah bahwa anda cinta kepadanya karena Allah.

قال صلى الله عليه وسلم : (( إذا أحب أحدكم أخاه في الله فليبين له ، فإنه خير في الألفة ، و أبقى في المودة ))

Rasulullah saw : “Jika salah seorang diantara kalian mencintai saudaranya maka hendaklah ia menyampaikannya kepadanya. Karena itu akan memperbaiki persaudaraan, dan menjadikan kecintaannya abadi.”

2. Hati-hati saat mengambil teman agar jangan salah mencintai seseorang.

قال صلى الله عليه وسلم : (( المرء على دين خليله فلينظر أحدكم من يخالل))

Rasulullah saw : “Orang itu berada dalam agama teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang diantara kalian melihat orang yang ia jadikan teman.”

3. Agar anda mendapatkan kesempurnaan iman maka cintailah kebaikan untuknya sebagaimana anda cintai kebaikan itu untuk diri anda sendiri

قال صلى الله عليه وسلم : ((لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحب لنفسه))

4. Jika cinta memang karena Allah, maka benci pun juga karena Allah

Diantara hadits yang semakna dengan hadits Anas di atas, dalah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Mu’adz, bahwasanya dia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam tentang iman yang paling utama, maka beliau bersabda: “iman yang paling utama adalah engkau mencintai karena Allah dan membenci karena Allah, engkau pekerjakan lisanmu dalam berzikir kepada Allah”. Mereka lantas bertanya : kemudian apa lagi wahai Rasulullah! , beliau menjawab: “engkau mencintai suatu kebaikan untuk manusia sebagaimana engkau mencintai kebaikan itu untuk dirimu sendiri dan engkau benci (sesuatu yang buruk terjadi) terhadapnya sebagaimana engkau membenci hal itu terjadi terhadap dirimu, dan engkau berkata dengan perkataan yang baik atau engkau diam”.

5. Berikan sesuatu yang anda suka menerimanya kalau diberi

Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang ingin agar dirinya dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan ke surga, maka hendaklah saat dia menemui ajalnya dalam keadaan beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan dia memberikan kepada manusia sesuatu yang dia suka hal itu diberikan kepadanya”.

6. Nasehati dia sebagai wujud kasih dan sayangmu. Jangan kau biarkan dia menuju kehancuran. Hal ini juga diterapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Abu Dzar al-Ghifari, dia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku: “wahai Abu Dzar! Sesungguhnya aku melihatmu seorang yang lemah, dan aku mencintaimu sebagaimana aku mencintai diriku sendiri; janganlah engkau menjadi amir (pemimpin) atas dua orang, dan janganlah pula engkau menjadi wali atas harta anak yatim”.

7. Cintailah ia karena Allah dengan cinta yang lebih besar dari cintanya kepadamu

Rasulullah saw bersabda “Tidaklah dua orang salaing mencintai karena Allah kecuali orang yang lebih dicinta Allah adalah orang yang lebih cinta kepada temannya.”

8. Saling mengunjungi

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya seorang laki-laki bepergian mengunjungi saudaranya si sebuah kampung, maka Allah mengirimkan seorang malaikat di tengah perjalanannya. Maka ketika malaikat itu datang menemuinya berkata, “Kemana kamu mau pergi?” ia menjawab, “Aku menginginkan bertema seorang saudaraku di kampung ini.” Malaikat itu berkata, ” Apakah ada suatu nikmat yang kau inginkan darinya?” ia menjawab, “Tidak, kulakukan hanya karena aku mencintainya karena Allah.” Malaikat itu berkata, “Sesungguhnya aku ini utusan Allah azza wa jalla kepadamu, untuk menyampaikan bahwa Allah telah mencintaimu sebagaimana engkau mencintai saudaramu karena Allah.”

Cinta kepada Allah dan Cinta Sesama Karena Allah <!– @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Semoga tetap Istiqomah



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: