Itamutiara’s Weblog











Lima Bencana Mengacam <!– @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Lima Bencana Mengancam

Segala puji bagi Allah swt. Dzat yang maha suci lagi mulia. Pencipta segala yang ada. Dialah yang menjadikan sebahagian hamba-Nya merdeka dan sebahagian lagi sebagai hamba sahaya. Walaupun pada hakekatnya semua akan datang kepada-Nya sebagai hamba. Dia memuliakan siapa saja yang dikehendaki, menghinakan siapa saja yang dikehendaki. Dia memberi rizki kepada yang dikehendaki-Nya tanpa perhitungan hamba-Nya.

Pembaca yang budiman. Telah diriwayatkan dari Rasullah saw sebuah hadits berikut ini:


عَنْ ‏ ‏عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ ‏ ‏قَالَ : (( أَقْبَلَ عَلَيْنَا رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏فَقَالَ : يَا مَعْشَرَ ‏ ‏الْمُهَاجِرِينَ !‏‏ خَمْسٌ إِذَا ابْتُلِيتُمْ بِهِنَّ وَأَعُوذُ بِاللَّهِ أَنْ تُدْرِكُوهُنَّ لَمْ تَظْهَرْ الْفَاحِشَةُ فِي قَوْمٍ قَطُّ حَتَّى يُعْلِنُوا بِهَا إِلَّا فَشَا فِيهِمْ الطَّاعُونُ وَالْأَوْجَاعُ الَّتِي لَمْ تَكُنْ مَضَتْ فِي أَسْلَافِهِمْ الَّذِينَ مَضَوْا . وَلَمْ يَنْقُصُوا الْمِكْيَالَ وَالْمِيزَانَ إِلَّا أُخِذُوا بِالسِّنِينَ وَشِدَّةِ الْمَئُونَةِ ‏ ‏وَجَوْرِ ‏ ‏السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ . وَلَمْ يَمْنَعُوا زَكَاةَ أَمْوَالِهِمْ إِلَّا مُنِعُوا ‏ ‏الْقَطْرَ ‏ ‏مِنْ السَّمَاءِ وَلَوْلَا الْبَهَائِمُ لَمْ يُمْطَرُوا . وَلَمْ يَنْقُضُوا عَهْدَ اللَّهِ وَعَهْدَ رَسُولِهِ إِلَّا سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ عَدُوًّا مِنْ غَيْرِهِمْ فَأَخَذُوا بَعْضَ مَا فِي أَيْدِيهِمْ . وَمَا لَمْ تَحْكُمْ أَئِمَّتُهُمْ بِكِتَابِ اللَّهِ وَيَتَخَيَّرُوا مِمَّا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَّا جَعَلَ اللَّهُ بَأْسَهُمْ بَيْنَهُمْ )) . رواه ابن ماجه والحاكم والطبراني في الأوسط . وقال الحاكم : صحيح الإسناد ولم يخرجاه .

Artinya : “Dari Abdullah bin Umar ra berkata: Rasulullah saw datang menemui kami lalu Beliau bersabda: “ Wahai Kaum Muhajirin! Lima perkara bila kelak menimpa kalian, aku memohon perlindungan kepada Allah swt semoga tidak sempat menimpa kalian; Tidaklah merebak perbutaan zina dalam sesuatu kaum, sehingga mereka melakukannya secara terang-terangan melainkan, selain merebak jugalah penyakit taun dan wabah penyakit yang belum pernah berlaku kepada manusia terdahulu. Tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka dihukum dengan paceklik yang panjang, kesempitan hidup dan kezaliman penguasa. Tidaklah mereka menahan harta mereka dari mengeluarkan zakat melainkan hujan ditahan dari langit dari mereka sehingga kalau bukan karena binatang ternak, pasti mereka tidak mendapat hujan. Tidaklah mereka membatalkan perjanjian Allah dan perjanjian rasul-Nya, melainkan Allah menjadikan musuh dari kalangan orang luar menguasai mereka dan merampas sebagian hak mereka. Tidaklah pemerintah-pemerintah di kalangan mereka memerintah tanpa berpegang kepada kitab Allah dan memilih-milih dalam melaksanakan perkara yang telah diturunkan oleh Allah, melainkan Allah menjadikan kehancuran mereka berlaku karena permusuhan sesama mereka.”


Hadith ini adalah sabda Rasulullah saw tentang fitnah ( huru-hara dan malapetaka ) yang menimpa umatnya selepas kewafatan Beliau saw. Adalah wujud dari sebagian dari bentuk kepedulian dan kasih dan sayang Beliau saw kepada ummatnya. Wasiat dan ajaran Beliau itu bukan saja terbatas kepada sahabatnya. Umat yang datang selepasnya juga mendapat rahmat dari wasiat dan ajaran Beliau saw.

Hadith ini memberi peringatan akan berbagai malapetaka dan bencana yang menjadi hukuman dan balasan Allah kepada lima jenis dosa-dosa manusia. Dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan besar itu mengundang kemurkaan Allah sehingga Dia menimpakan hukuman yang disegerakan di dunia ini sebelum hukuman akhirat nanti.

Dosa-dosa besar ini, jika telah dilakukan dengan terang-terangan, hingga tersebar luas dalam suatu kaum, tanpa ada yang menegur, tanpa ada yang mencegah, akhirnya seolah-olah ia dianggap perkara biasa dan wajar-wajar saja serta tidak dianggap sebagai suatu bentuk dosa dan kesalahan. Karena itulah, hukuman yang Allah turunkan sifatnya juga menyeluruh dan yang menerima akibat dan bencana pula adalah masyarakat secara keseluruhannya.

Peringatan Rasulullah saw ini amat patut mendapatkan renungan dan perhatian yang selayaknya demi memelihara kesejahteraan umat dan menjauhkan mereka dari perlakuan dan sikap yang akan mengundang bahaya langit lantaran kemurkaan Allah swt. Apalagi setelah apa yang diancamkan oleh hadith ini benar-benar terjadi dan dapat ditonton dengan sejelas-jelasnya oleh kita pada hari ini sebagai bagian dari bukti mukjizat Rasulullah saw.

Dalam kehidupan bermasyarakat, hubungan di atara kaum laki-laki dan perempuan harus dipisahkan. Islam meletakan batasan dan hijab yang jelas dalam hal ini. Zina adalah kebejatan sosial terbesar dalam hubungan antara lelaki dan perempuan. Islam bukan saja melarang pelakuan zina, bahkan Islam telah menutup setiap pintu dan jalan yang menghantarkan kepada zina. Pembicaraan-pembicaraa iseng antara laki-laki dan perempuan, pandangan kepada lain jenis yang diharamkan, bacaan-bacaan porno, tontonan-tontonan cabul, sentuhan dan pegangan, serta langkah kaki yang mengerakkan nafsu untuk perlakuan maksiat ini adalah dosa dan larangan yang merupakan bagian dari jalan menuju zina.

Zina yang dilakukan secara tersembunyi adalah satu dosa besar bagi pelakunya yang memerlukan taubat yang bersungguh-sungguh. Namun apabila terbongkar maka di sinilah letaknya tanggungjawab masyarakat dan pemerintah Islam untuk membendungnya dan melaksanakan hukum Allah bagi tindak pidana kriminal berupa zina ini. Hukum Allah dalam perkara sangat jelas dalam syariah, yaitu 100 cambukan rotan bagi yang belum menikah dan rajam sehingga mati bagi yang telah menikah.

Dalam hadith ini, Nabi saw memberi peringatan keras jika masyarakat Islam mengambil sikap tidak bertanggungjawab dengan membiarkan perlakuan terkutuk ini terjadi hingga meluas tanpa ditangani dengan hukum Allah swt. Allahlah yang benar-benar maha berkuasa. Perbuatan meninggalkan hukum Allah sebenarnya mengundang hukuman dari Allah yang tidak diduga, yaitu penyakit baru yang belum pernah ada di masa sebelumnya. Akhirnya, manusia tidak mendapatkan obat dan bentuk perawatan yang mampu merawat dan mencegah penyakit ini.

Dunia pengobatan modenpun dikejutkan dengan penyakit yang dinamakan AIDS yang amat sulit ditemukan obatnya. Penyakit yang telah menyebabkan kematian jutaan manusia dan jutaan yang lain pula sedang tersiksa, dipaksa mau tidak mau untuk bergelut dengan penyakit ini tanpa pengobatan yang berarti. Bagi kita umat Islam, kejadian ini sepatutnya menambahkan iman mereka kepada Allah dan RasulNya dan menimbulkan keinsafan untuk kembali kepada hokum dan ajaran Allah dalam kehidapan mereka.

Lapangan perekonomian mendapat perhatian seadilnya di dalam sistem islam yang syamil. Ekonomi Islam tegak di atas sifat jujur dan amanah dalam hubungan sesama manusia yang menjunjung tinggi prinsip keadilan. Pedagang yang jujur dan amanah insya Allah kelak akan dihimpun bersama para nabi dan siddiqin dan syuhada’ pada hari Qiamat. Karena peranan mereka yang sangat besar dalam membawa kebahagian kepada kehidupan dunia manusia dengan cara yang diridhai Allah menjadika mereka layak dihimpunkan sebaris dengan manusia-manusia mulia yang lain.

Penyakit manusia yang paling besar dalam urusan perniagaan ialah menipu untuk mendapat keuntungan lebih. Mereka yang melakukan penipuan mengharapkan kemewahan hidup, dari awal ia menghintung hari-hari mendatang dengan harapan meluap-luap agar sanggup memenuhi segala kehendak dan keinginan. Namun tiba-tiba hukuman dari Allah kepada bangsa yang berleluasa di dalam penipuan ini ialah tahun-tahun bencana ( paceklik, krisis, yang berkepanjangan ) , kesukaran dalam menghadapi tekana hidup dan penindasan yang dilakukan oleh penguasa yang rakus dan zalim.

Zakat adalah rukun Islam yang paling besar dalam hal hubungan sesama manusia, sebagaimana sembahyang adalah rukun paling besar dalam hubungan manusia dengan Alllah dalam Islam. Zakat diambil dari harta tertentu dalam kadar tertentu dari golongan kaya untuk golongan tertentu yang berhak menerimanya. Zakat menjadi syiar kehidupan bermasyarakat secara Islam yang menghendaki supaya mereka yang senang menolong yang susah, yang mampu membantu mereka yang kurang mampu. Ia lahir dari aqidah dan keyakinan bahwa harta ini adalah milik Allah, Dia menguji sebahagian manusia dengan harta sebagai amanah. Maka Allah ingin melihat siapa di kalangan mereka yang boleh menunaikan amanah dan siapa pula yang terpedaya dengan harta benda.

Zakat melambangkan sifat rahmat, belas kasihan, bertanggungjawab dan mensyukuri nikmat Allah. Sebaliknya tidak mengeluarkan zakat pula adalah alamat sifat bakhil, mementingkan diri, kufur nikmat dan tidak mau tahu terhadap kesusahan orang lain. Dengan sebab itu, layak Allah menghukum bangsa yang tidak membudayakan zakat dan sedekah ini dengan tertahannya hujan dari langit. Hujan dari langit adalah rahmat dari Allah. Mereka yang kehilangan sifat rahmat kepada penduduk bumi, tidak layak mendapat rahmat Allah dari langit.

Memelihara perjanjian dengan Allah dan Rasul ditafsirkan oleh ulama sebagai menghormati peraturan dan garis ajaran yang telah ditetapkan. Ia juga ditafsirkan sebagai menjaga wasiat dan ajaran Allah dan Rasul. Dengan kata lain, Memelihara perjanjian ini adalah dengan menghargai kemuliaan anugerah agama yang suci ( Islam ), kitab yang suci ( al Quran ) dan Sunnah yang ditinggal oleh Nabi saw.

Inilah kemuliaan jatidiri Islam yang membawa kepada kemenangan demi kemenangan yang diperoleh oleh generasi awal Islam. Mereka mengalahkan Roma dan Persia dalam kurun satu abad saja dan akhirnya membuka daerah pemerintahan sehingga ke Andalus di barat jauh dan ke Mindanao di timur jauh. Umar ibnu al Khattab memberi jawaban kepada dunia yang tertanya-tanya tentang kemenangan Islam yang luar biasa itu : “ Kami adalah bangsa yang diberi kemuliaan dengan Islam. Jika kami mencari kemuliaan lain dari kemuliaan yang dikurnia Allah ini, pasti kami akan dihina Allah ”.

Sebaliknya, apabila umat Islam mulai merasa jemu dan tidak lagi berbangga dengan Islam, mereka akan mencari cara dan budaya hidup baru dari bangsa lain. Kita dapat melihat bagaimana umat Islam zaman mutaakhir ini memilih paham-paham bangsa kafir dari barat dan timur sebagai cara hidup modern mereka yang dianggap mampu mendatangkan kemajuan dan kebahagian. Akhirnya berlaku apa diingatkan oleh Rasulullah saw yaitu mereka hidup terjajah dan terbelenggu oleh kuasa kafir yang notabene adalah produsen paham-paham bid’ah yang memang mereka buat untuk kepentingan mereka agar dapat menguasai ummat Islam. Maka umat Islam, baik dengan terpaksa atau sukarela, berkiblat kepada dominasi luar itu dan mengikuti segala arahan mereka.


Jika kehidupan ini ibarat bangunan, maka Islamlah asasnya dan pemerintahlah pengawalnya. Demikianlah kata-kata pujangga yang dinukilkan oleh al Imam al Ghazali bagi membayangkan besarnya tanggungjawab pemerintah bagi memelihara kepentingan hidup berdasarkan Islam. Pemerintahan melaksanakan amanah dan syariat Allah untuk menjamin keadilan dan kehidupan bersama di kalangan rakyat jelata. Pemerintahan juga bertugas menyelesaikan kemelut dan permasalahan yang timbul dengan hukum Allah. Hukum Allah sahajalah yang mampu membawa penyelesaian yang akhirnya memulangkan setiap hak kepada yang berhak saja, menyembuhkan hati yang luka, menghibur mereka yang kecewa, dan memberi keadilan kepada yang teraniaya dan menganiaya.

Memerintah dengan meninggalkan hukum dan syariat Allah sebenarnya bisa juga bermakna meremehkan kebijaksanaan Allah swt. Pemerintah yang mengesampingkan peraturan Allah seolah-olah menepuk dada dengan bangga bahwa caranya lebih baik dari ketetapan Allah. Maka hasilnya sangatlah buruk; Permasalah tanpa penyelesaian, pengabaian hak, keadilan yang tidak terbela, kezaliman yang berleluasa, kekecewaan golongan yang teraniaya dan penindasan golongan lemah. Maka berlakulah apa yang disebut oleh Rasulullah saw di dalam hadits ini yaitu hukuman Allah yang menjadikan kisah kehacuran mereka yang dikarenakan perpecahan sesama mereka yang berawal dari perasaan kecewa dan tidak puas hati.

Pelajaran hadits yang dapat dipetik:

1. Menolak balak dari Allah dengan menghidupkan budaya menyuruh ke arah kebaikan dan mencegah kemungkaran dalam hidup. Tanpa budaya ini, manusia menjadi lalai dan maksiat menjadi merajalela. Jika inilah yang berlaku, maka balak Allah bisa saja berlaku toh bala tentera Allah berada di mana jua dan Allah pasti kan menang.

2. Hukuman Allah adalah dari jenis perbuatan manusia. Mengumbar nafsu kemaluan dengan berzina tanpa merasa cukup dengan menikah akan mengakibatkan penyakit yang tiada didapati obatnya. Menipu untuk mendapat kemewahan membawa kepada kesempitan hidup. Menahan harta dari zakat akibatnya Allah menahan langit dari turunnya hujan. Mencari cara hidup lain dari Islam akhirnya terperangkap dalam penjajahan asing. Tidak menyelesaikan urusan dengan mengikuti peraturan Allah menghasilkan permasalahan tanpa penyelesaian.

3. Rahmat hidup berpandukan ajaran Islam. Rasulullah saw meninggalkan kita di atas landasan yang sangat jelas. Segala perkara telah diberitahu oleh Rasulullah saw. Bermula dari hakekat permasalahan, kesan dan hasilnya sampai kepada jalan penyelesaiannya. Terpulang kepada kitalah untuk menerima dan mengamalkannya atau bahkan kita akan menolaknya. Toh sudah tiada lagi hujah dan alasan bagi kita di hadapan Allah swt nanti.

dari tulisan Abu Syakir.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: