Itamutiara’s Weblog











Memupuk Kepedulian <!– @page { size: 21.59cm 27.94cm; margin: 2cm } P { margin-bottom: 0.21cm } –>

Rasululah saw adalah sosok manusia agung yang amat menaruh kepedulian terhadap kehidupan. Di saat-saat kepedulian telah terkikis oleh rasa individual dan sikap cuek maka amatlah perlu kiranya kita menengok sosok pribadi beliau saw. yang agung untuk kita ambil semangat dan keteladanannya agar kepedulian itu menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Pertama. Rasulullah saw peduli terhadap binatang. Sehingga beliaupun menceritakan seorang pelacur yang Allah berikan ampunan kepadanya gara-gara memberikan minum kepada anjing yang kehausan. Beliau juga sayang terhadap kuda dan unta yang Beliau miliki sebagai tunggangannya. Maka saat unta tunggangannya keletihan lantas enggan untuk bangkit dan sebagian shahabat menyebutnya sebagai binatang yang ngambek Rasululah saw pun membelanya dengan mengatakan : “Bukan kebiasaan dia untuk ngambek”. Semut dibunuh.

Rasulullah saw juga memberikan wejangan agar ketika seseorang diantara kita menyembelih bintang ternak hendaklah ia menajamkan pisaunya, merehatkan ternaknya dan menyembelihnya dengan cara yang terbaik tanpa harus menyakitinya berlebihan. Maka sangatlah heran kita mendengar akan adanya ternak-ternak semisal sapi dan kambing yang digelonggong air mati-matian sebelum disembelih dengan harapan memberatkan timbangan. Curang dalam timbangan, penipuan dan penyiksaan menjadi satu. Bahkan beliau juga menyebutkan jika diantara binatang-binatang itu, sampai ikan-ikan di lautan, ada yang senantiasa memintakan ampunan kepada Allah untuk mereka yang mengajarkan kebaikan kepada manusia. Hujan! Hal ini mengajar kepedulian binatang-binatang itu terhadap kita. Akankah kita tidak menaruh kepedulain terhadap mereka? Sebagaimana beliau sabdakan, seorang wanita masuk neraka hanya dengan gara-gara mengurung kucing tanpa memberinya makan hingga mati.

Kedua. Peduli terhadap lingkungan. Beliau melarang kencing di air yang tenang, mandi junub padanya, kencing di bawah pohon yang berbuah, tempat naungan dan di lobang-lobang binatang. Beliau melarang shalat di tengah-tengah jalan. Beliau juga bersabda bahwa menyingkirkan gangguan dari tengah jalan adalah bagian dari iman (yang terrendah). Dan ketika beliau melewati bangkai kambing maka beliau memberikan ajaran, “Seandainya kalian mengambil kulitnya.., sesungguhnya ia akan menjadi suci (tidak najis lagi) dengan disamak.” Saat peperangan terjadi beliau juga melarang membunuh ternak-ternak musuh dan tanaman berikut pepohonan mereka. Beliau juga menyebutkan bahwa mereka yang menanam tanaman, yang hasilnya dimakan oleh binatang atau yang lainnya, maka itu menjadi shadkah darinya. Hingga pada saat kiamat datang, sebagaimana sabda beliau, siapa yang di tangannya ada sepotong batang yang bisa ditanam hendaklah ia menanamnya.

Ketiga. Peduli terhadap sesama manusia. Jika Rasulullah saw menaruh kepedulian terhadap binatang dan lingkungan, maka beliaupun amat peduli kepada sesama manusia. Betapa banyak ia mendapatkan hinaan dan gangguan dari mereka namun beliau tidak menuntut balas. Bahkan ketika yang menyakiti beliau sakit, maka beliau pun juga mengunjunginya meski ia dalam kekafirannya. Seorang tua yahudi di pasar Madinah tak henti-hentinya mencaci Beliau, padahal ia tidak tahu bahwa setiap hari Rasulullah saw yang menyuapi makanan, hingga saat Beliau saw meninggal, diteruskan perbuatan itu oleh Abu Bakar As Sidik ra. Orang tua itu marah-marah saat suapan pertama di berikan oleh Abu Bakar. Ia sadar bahwa bukan orang yang biasanya datang yang sedang menyuapinya itu. Ketika ditanya bagaimana si tua itu tahu ia menjawab; “Orang yang biasanya menyuapi saya maka ia akan melembutkan makanan yang hendak disuapkannya terlebih dahulu”. Alangkah agungnya kepedulian Beliau kepada ummat manusia secara umum. Orang yang mencaci makinya setiap hari, disuapi tiap hari, bahkan makanannya dilembutkan terlebih dahulu. Subahaanallah!! Beliau dilempari batu di Thaif, namun beliau malah mendoakan mereka. Beliau diusir dari kampung halaman namun beliau senantiasa berharap agar mereka yang memusuhinya beriman. Ketika diracun oleh wanita yahudi, beliau pun juga tiada membalasnya. Beliau membalasnya dengan hukuman mati karena sahabat beliau ada yang meninggal karena ikut makan daging kambing beracun pemberian wanita yahudi itu. Jika beliau melewati anak-anak beliaupun mengucapkan salam kepada mereka. Beliau menyayangi anak-anak, bersendaguarau dengan mereka, membawa anak-anak ke masjid meski saat shalat atau saat beliau khuthbah di mimbar. Beliau pula yang bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling memberikan manfaat kepada manusia”. Mungkin kita masih ingat, akan celaan beliau terhadap orang yang kenyang berkecukupan sedang tetangganya kelaparan. Dan jika seseorang membuat soto hendaklah ia memperbanyak kuahnya, agar bisa di bagi ke tetangganya.

Keempat. Peduli terhadap ummat Islam. Beliaulah yang bersabda, “Barang siapa yang tidak menaruh kepedulian terhadap urusan ummat Islam maka ia bukan dari golongan mereka (kaum muslimin). Maka perhatian Beliau amatlah sangat besar terhadap ummatnya. Hingga Allah menyebutkan di dalam Al Quran, ” Telah datang seorang Rasul dari kaum kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitan kalian, sangat menginginkan keselamatan bagi kalian, berlemah lembut dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman”. QS. At Taubah:128

Beliau juga bersabda, “ Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada illah yang patut diibadahi kecuali Allah dan bersaksi bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah kecuali dengan tiga perkara: jiwa dengan jiwa, pezina yang sudah pernah menikah dan orang yang memisahkan diri dari agama dan meninggalkan jama’ah (kaum muslimin)”.

Beliau juga bersabda, “Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya. Jangan mendhaliminya dan jangan memasrahkannya. Barangsiapa yang membantu kebutuhan saudaranya, maka Allah akan membantunya. Dan barangsiapa yang memberikan jalan keluar dari kesulitan saudaranya, maka Allah akan memberikan jalan keluar bagi kesulitan-kesulitannya pada hari kiamat. Dan barangsiapa yang menutupi aib saudaranya, maka Allah akan tutupi aibnya pada hari kiamat”.

Beliau juga bersabda, “Janganlah kalian saling mendengki, janganlah saling mencurangi, janganlah saling membenci, janganlah saling membelakangi dan janganlah sebagian kalian menjual atas penjualan sebagian yang lainnya. Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara! Seorang muslim adalah bersaudara, janganlah mendhaliminya, merendahkannya dan janganlah mengejeknya! Takwa ada di sini -beliau menunjuk ke dadanya tiga kali-. Cukup dikatakan jelek seorang muslim, jika ia menghinakan saudaranya muslim. Setiap muslim atas muslim lainnya haram darahnya, harta dan kehormatannya”.



Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

et cetera
%d blogger menyukai ini: